LINGKUNGAN SEBAGAI FAKTOR PEMBATAS
1.
Proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup termasuk tumbuhtumbuhan
pada dasarnya akan dipengaruhi dan mempengaruhi faktor-faktor
lingkungan, seperti cahaya, suhu atau nutrien dalam jumlah minimum dan
maksimum.
2. Justus von Liebig adalah seorang pionir yang
mempelajari faktorfaktor lingkungan dan menjelaskan bahwa faktor
lingkungan yang terdapat dalam jumlah minimumlah yang dapat berperan
sebagai Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,
kerjakanlah latihan berikut! faktor pembatas. Penemuannya kemudian lebih
dikenal sebagai "hukum minimum Liebig".
3. Dalam ekologi
tumbuhan faktor lingkungan sebagai faktor ekologi dapat dianalisis
menurut bermacam-macam faktor. Satu atau lebih dari faktor-faktor
tersebut dikatakan penting jika dapat mempengaruhi atau dibutuhkan, bila
terdapat pada taraf minimum, maksimum atau optimum menurut batas-batas
toleransinya.
4. Sifat toleransi dan penyesuaian diri yang
diperlihatkan oleh tumbuh-tumbuhan atau bagian dari anggota tubuhnya
terhadap sesuatu perubahan kondisi atau keadaan dari faktor-faktor
lingkungan tertentu dinamakan adaptasi, yang dapat diperoleh secara
heriditer (dikontrol secara genetis) atau oleh induksi sesuatu factor
lingkungan dan habitatnya.
5. Tumbuhan untuk dapat hidup dan
tumbuh dengan baik membutuhkan sejumlah nutrien tertentu (misalnya
unsur-unsur nitrat dan fosfat) dalam jumlah minimum. Jika hal tersebut
tidak terpenuhi maka pertumbuhan dan perkembangannya akan terganggu.
Dalam hal ini unsur-unsur tersebut sebagai faktor ekologi berperan
sebagai faktor pembatas.
6. Faktor-faktor lingkungan sebagai
faktor pembatas ternyata tidak saja berperan sebagai faktor pembatas
minimum, tetapi terdapat pula faktor pembatas maksimum. Bagi tumbuhan
tertentu misalnya factor lingkungan seperti suhu udara atau kadar garam
(salinitas) yang terlalu rendah/sedikit atau terlalu tinggi/banyak dapat
mempengaruhi berbagai proses fisiologinya. Faktor-faktor lingkungan
tersebut dinyatakan penting jika dalam keadaan minimum, maksimum atau
optimum sangat berpengaruh terhadap proses kehidupan tumbuh-tumbuhan
menurut batas-batas toleransi tumbuhannya.
7. Faktor-faktor
lingkungan penting yang berperan sebagai sifat toleransi faktor pembatas
minimum dan faktor pembatas maksimum yang pertama kali dinyatakan oleh
V.E. Shelford, kemudian dikenal sebagai "hukum toleransi Shelford".
Shelford menyebutkan bahwa tumbuhan dapat mempunyai kisaran toleransi
terhadap faktor-faktor lingkungan yang sempit (steno) untuk satu faktor
lingkungan dan luas (eury) untuk faktor lingkungan yang lain. Suatu
jenis tumbuhan yang mempunyai toleransi yang luas sebagai faktor
pembatas cenderung mempunyai sebaran jenis yang luas. Masa reproduksi
merupakan masa yang kritis untuk tumbuhan jika faktor lingkungan dan
habitatnya dalam keadaan minimum.
8. Dalam ekologi pernyataan
taraf relatif terhadap faktor-faktor lingkungan dinyatakan dengan awalan
steno (sempit) atau eury (luas) pada kata yang menjadi faktor
lingkungan tersebut. Misalnya toleransi yang sempit terhadap suhu udara
disebut stenotermal atau toleransi yang luas terhadap kadar pH tanah,
disebut euryionik.
9. Pengaruh faktor-faktor lingkungan dan
kisarannya untuk suatu tumbuh-tumbuhan berbeda-beda, karena satu jenis
tumbuhan mempunyai kisaran toleransi yang berbeda-beda menurut habitat
dan waktu yang berlainan. Tetapi pada dasarnya secara alami kehidupannya
dibatasi oleh: jumlah dan variabilitas unsur-unsur faktor lingkungan
tertentu (seperti nutrien dan faktor fisik, misalnya suhu udara) sebagai
kebutuhan minimum, dan batas toleransi tumbuhan terhadap faktor atau
sejumlah faktor lingkungan tersebut.
10. Pengertian tentang
faktor lingkungan sebagai faktor pembatas kemudian dikenal sebagai Hukum
faktor pembatas, yang dikemukakan oleh F.F Blackman, yang menyatakan:
jika semua proses kebutuhan tumbuhan tergantung pada sejumlah faktor
yang berbeda-beda, maka laju kecepatan suatu proses pada suatu waktu
akan ditentukan oleh faktor yang pembatas pada suatu saat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar