HABITAT, RELUNG (NICHE) EKOLOGI, DAN INTERAKSI TUMBUHAN DALAM EKOSISTEM
1.
Habitat makhluk hidup adalah tempat tinggal berbagai jenis organisme
hidup melaksanakan kehidupannya. Dalam ekosistem yang menjadi habitatnya
dapat bermacam-macam, seperti perairan, daratan, hutan atau sawah.
2.
Istilah habitat dapat berarti juga sebagai tempat tinggal atau tempat
menghuni seluruh populasi atau komunitas makhluk hidup dalam ekosistem.
3.
Bagi tumbuhan dan makhluk hidup lainnya, sebagai habitat selain lokasi
atau tempat yang bersifat fisik juga berbaga jenis hubungan (asosiasi)
yang terjadi dalam habitat tersebut. Pada umumnya tumbuhan dan makhluk
hidup lainnya mempunyai preferensi ekologi (persyaratan faktor ekologi
yang dibutuhkan untuk hidupnya yang sesuai) tertentu. Misalnya tumbuhan
mangrove mempunyai preferensi ekologi habitat rawa payau di tepi pantai
yang berlumpur dengan salinitas bervariasi sesuai dengan frekuensi,
kedalaman dan lumpur, dan ketahanan jenis mangrove terhadap arus dan
ombak.
4. Berbagai jenis tumbuhan mempunyai habitat yang
berbeda-beda, serupa atau sama sesuai dengan preferensi ekologinya.
Berdasarkan kondisi habitatnya dikenal 2 tipe habitat, yaitu habitat
mikro dan habitat makro. Habitat makro merupakan habitat bersifat global
dengan kondisi lingkungan yang bersifat umum dan luas, misalnya gurun
pasir, pantai berbatu karang, hutan hujan tropika, dan sebagainya.
Sebaliknya habitat mikro merupakan habitat local dengan kondisi
lingkungan yang bersifat setempat yang tidak terlalu luas, misalnya,
kolam, rawa payau berlumpur lembek dan dangkal, danau, dan sebagainya.
5.
Relung atau niche merupakan tempat makhluk hidup berfungsi di
habitatnya, bagaimana cara hidup, atau peran ekologi makhluk hidup
tersebut. Jadi pada dasarnya makhluk hidup secara alamiah akan memilih
habitat dan relung ekologinya sesuai dengan kebutuhannya, dalam arti
bertempat tinggal, tumbuh berkembang dan melaksanakan fungsi ekologi
pada habitat yang sesuai dengan kondisi lingkungan (misalnya iklim),
nutrien, dan interaksi antara makhluk hidup yang ada.
6. Dalam
ekologi, seluruh peranan dan fungsi makhluk hidup dalam komunitasnya
dinamakan relung atau niche ekologi. Jadi relung ekologi merupakan semua
faktor atau unsur yang terdapat dalam habitatnya yang mencakup
jenis-jenis organisme yang berperanan, lingkungan, dan tempat tinggal
yang sesuai dan spesialisasi populasi organisme yang terdapat dalam
komunitas.
7. Relung ekologi bukan konsep yang sederhana,
melainkan konsep yang kompleks yang berkaitan dengan konsep populasi dan
komunitas. Relung ekologi merupakan peranan total dari semua makhluk
hidup dalam komunitasnya.
8. Dalam ekologi tumbuhan, setiap
jenis tumbuhan akan mempunyai relung ekologi yang menentukan struktur
komunitas dan menunjukkan pola adaptasi di habitatnya. Relung ekologi
merupakan milik yang mewakili anggota komunitas tumbuhan di habitat
tersebut.
9. Dalam pengertian yang lebih luas, relung ekologi
tumbuhan tidak saja berkaitan dengan fungsi ekologi tumbuhan dalam ruang
fisik (habitat) tempat tumbuh-tumbuhan tumbuh dan berkembang, tetapi
juga berkaitan dengan peranannya dalam komunitas, apakah peran dalam
habitatnya, dalam jenjang makanannya atau dalam multi dimensi yang
berhubungan dengan pH tanah atau iklim. Menurut aspek-aspek tersebut,
dikenal relung habitat, relung jenjang makanan, dan relung multidimensi
atau relung geografi.
10. Dalam ekosistem, berbagai jenis
tumbuhan dan makhluk hidup lainnya dalam habitat dan relung ekologi
masing-masing hidup bersama dan berinteraksi. Interaksi yang terjadi
antara tumbuhan dan makhluk hidup tersebut, merupakan interaksi yang
terjadi antara tumbuh-tumbuhan dengan tumbuhan, antara tumbuhan dan
hewan/manusia atau antara tumbuhan dengan mikrobiota.
11.
Hubungan atau asosiasi yang terjadi antara tumbuhan dengan makhluk hidup
yang lain dapat bersifat netral (0, 0; tidak saling merugikan),
bersifat positif (+, +) menguntungkan satu atau kedua individu yang
beriteraksi atau bersifat negatif (-, -) yang merugikan antara kedua
individu yang berinteraksi.
12. Berdasarkan hubungan atau
asosiasi tumbuhan dengan makhluk hidup yang dapat bersifat netral,
positif atau negatif: dikenal beberapa tipe interaksi; diantaranya
adalah interaksi: netralisme (0, 0), protokoperasi (+, +), mutualisme
(+, +), komensalisme (+, 0), amensalisme (-, 0), parasitisme (+, 0),
predasi atau pemangsaan (+, -), dan kompetisi atau persaingan (-, -).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar