A. Meningkatkan Harga Diri
1. Lakukan Sesuatu yang Membutuhkan Keputusan dan Tindakan
Anda mungkin telah lama berkeinginan menyambung hubungan dengan teman
semasa kuliah, atau mungkin telah lama ingin membersihkan rumah dan
menyotir barang-barang yang tak berguna ke gudang. Apapun itu, Anda akan
merasa lebih percaya diri dengan merancang tujuan (walau hanya tujuan
kecil) dan bertindak untuk mencapainya.
2. Nikmati Hal yang Anda Kerjakan dengan Bagus
Apa Anda memiliki hobby atau olah raga yang sangat Anda nikmati? Seperti
berenang atau yoga, melukis atau menulis, hal yang menyita perhatian
dan membuat Anda lupa waktu saat mengerjakannya. Lalu, ini membuat Anda
merasa kompeten dan mampu melakukannya dengan baik. Melakukan hobby juga
dapat jadi cara luar biasa untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda.
Jika Anda tak memiliki hobby khusus atau hiburan yang dapat Anda
nikmati, coba lakukan sesuatu yang selalu ingin Anda coba. Bayangkan
Anda melakukan itu, dan lalu lakukan! Tak perlu hal yang besar, bisa
juga hal sederhana seperti bergabung dengan club jalan sehat misalnya.
Anda akan menemukan diri Anda lebih terpusat dan bahagia dengan
melakukan sesuatu yang membuat Anda terlibat setidaknya selama seminggu
sekali.
3. Ganti Fokus
Terbukti selama ini orang-orang yang memiliki rasa rendah diri biasanya
adalah orang-orang yang terlalu banyak berfokus pada diri sendiri. Anda
dapat lebih meningkatkan rasa percaya diri dengan mengerjakan sesuatu
yang membuat Anda terfokus pada orang lain atau satu hal. Seperti saat
Anda bertemu orang-orang baru, Anda akan menemukan rasa gugup Anda
menghilang begitu lebih berfokus pada orang yang Anda temui, bukan diri
sendiri. Pada akhirnya, Anda akan lebih mudah berinteraksi dengan orang
lain dan merasa lebih cerah.
4. Bersikap Rileks
Belajar tentang bagaimana bersikap rileks merupakan sebuah peningkatan
hidup yang luar biasa. Orang-orang yang bersikap rileks lebih sedikit
mengalami masalah dengan kenangan buruk mereka dan mengikuti alur
kehidupan. Melakukan meditasi juga cara populer untuk menumbuhkan
perasaan rileks, Anda bisa memilih ikut yoga atau tai chi. Apapun metode
yang Anda gunakan, lakukan relaksasi dengan serius. Keuntunngan dari
hal ini amat luar biasa untuk sekedar diabaikan begitu saja. Jika selama
ini Anda tak pernah memikirkan relaksasi sebagai hal penting, maka
pikirkanlah sekarang juga.
5. Buat Daftar Hal yang Anda Kuasai
Buat daftar dalam skala kecil. Anda dapat membuat apapun yang berhasil
Anda kuasai dalam sebuah daftar, seperti misalnya: lulus ujian mengemudi
dan mendapat SIM, mencetak angka tertinggi saat main basket, mengatur
tabungan dan masi banyak lagi. Mengetahui banyak hal yang Anda kuasai
akan membuat Anda menyadari akan apa yang telah Anda capai.
Lima hal yang kami sampaikan di atas merupakan prinsip dasar yang dapat
Anda gunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri, namun Anda juga perlu
menambah hal-hal ini secara permanen dalam kehidupan Anda. Selalu
tanamkan dalam pikiran, karena tak semua orang terlahir dengan bakat
percaya diri, kebanyakan dari kita harus bekerja untuk membangunya.
Jadi, bangun rasa percaya diri dan harga diri ini dari pikiran Anda
sendiri dan lakukan setiap hari untuk membuat Anda merasa nyaman.
B. Meningkatkan Konsep Diri
1. Setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya.
Kecenderungan untuk bertingkah laku sesuai dengan konsep diri disebut sebagai nubuat yang dipenuhi sendiri (Rakhmat 2001:104).
2. Membuka Diri
Pengetahuan akan dirikita akan meningkatkan komunikasi, dan pada saat
yang sama, berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan pengetahuan
tentang diri kita. Dengan membuka diri, konsep diri menjadi lebih dekat
dengan kenyataan.
Model ini menerangkan bahwa jendela yang satu tidak terpisah dengan
jendela yang lain. pembesaran pada satu jenis jendela akan membuat
jendela yang lain akan mengecil.
a. Open self, menyajikan informasi, perilaku, sifat, perasaan, keinginan
motif, dan ide-ide yang diketahui/disadari oleh diri kita dan orang
lain.
b. Blind self, bagian ini menyajikan hal-hal tentang diri kita yang
diketahui/disadari orang lain namun tidak diketahui/disadari oleh diri
kita sendiri.
c. Hidden self, bagian ini berisikan tentang data-data yang kita
ketahui/sadari dari dalam diri kita sendiri dan tidak diketahui oleh
orang lain. yang kita simpan untuk diri kita sendiri.
d. Unknown self, bagian ini merupakan aspek dari diri yang tidak kita ketahui ataupun orang lain mengetahuinya.
e. Makin luasnya open self seseorang, makin terbuka pula ia pada orang
lain. hal tersebut menjadikan hubungan di antara keduanya semakin erat.
3. Percaya Diri
Keinginan untuk menutup diri, selain karena konsep diri yang negatif
timbul dari kurangnnya kepercayaan akan kemampuan dirinya sendiri. orang
yang tidak menyenangi dirinya merasa bahwa dirinya tidak mampu
mengatasi persoalan. Ketakutan untuk melakukan komunikasi dikenal
sebagai Communication apprehension. Orang yang aprehensif dalam
komunikasi, akan menarik diri dalam pergaulan, berusaha sekecil mungkin
berkomunikasi, dan akan berbicara apabila terdesak saja. Tentu saja
dalam aprehensi komunikasi disebabkan kurangnnya percaya diri; tetapi
sebagai faktor dominan. Seperti pernyataan Maxwell Maltz dalam Rakhmat
(2004:109) “ Belive in yourself and you’ll succed.”
4. Selektivitas
Menurut Anita Taylor dalam Rakhmat (2004:109) Konsep diri mempengaruhi
perilaku komunikasi kita karena konsep diri mempengaruhi kepada pesan
apa Kita bersedia membuka diri, bagaimana kita mempersepsikan pesan itu
dan apa yang kita ingat. Secara singkat Rakhmar (2004:109) mengungkapkan
bahwa konsep diri menyebabkan terpaan selektif, persepsi selektif,
ingatan selektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar