Ular berbisa memiliki taring pada rahang bagian atas dan bagian
bawah. Ketika melakukan serangan, sesaat setelah kedua rahangnya
membuka, maka kelenjar bisa yang terdapat pada wilayah sekitar akar dari
taring ular berbisa tadi akan mengeluarkan bisanya untuk melumpuhkan
korban yang diserang.
Jika taring ular berbisa tadi menembus hingga ke pembuluh vena, maka
racun yang dikeluarkannya akan dengan segera menyebar bersama darah
keseluruh tubuh, terutama menuju jantung. Rasa nyeri dan pembengkakan,
hampir selamanya terjadi sesaat setelah terjadinya serangan akibat
gigitan ular berbisa, yang diakibatkan oleh bisa ular tersebut
Pertolongan pertama dalam menangani korban gigitan ular berbisa tadi,
selamanya akan sangat menentukan dalam keselamatan korban, terutama jika
bisanya adalah dari ketegori bisa ular yang ganas. Adapun langkah yang
bisa kita lakukan dalam memperkecil resiko kematian akibat gigitan ular
berbisa tadi adalah dengan cara.
1. Buatlah ikatan Tourniquet
Sesaat setelah korban mengalami gigitan dari ular berbisa tadi, buatlah
sebuah ikatan Tourniquet [ ikatan disekeliling anggota tubuh yang kedua
ujung simpul ikatan ditautkan pada sebatang kayu kecil, yang mana kayu
tadi jika diputar akan membuat ikatan akan semakin kencang, dan jika
diputar kearah berlawanan, akan mengendorkannya lagi ]. Ikatan
tourniquet tadi pada bagian atas dari posisi luka ke arah jantung
korban.
2. Posisikan luka lebih rendah dari posisi anggota tubuh lainnya
Posisikanlah luka bekas gigitan ular tadi lebih rendah dari seluruh
anggota tubuh. Hal ini dengan tujuan untuk mengurangi pergerakan bisa
yang telah masuk dalam pembuluh darah. Tindakan ini bisa diimbangi
dengan memencet luka gigitan ular tadi agar mengeluarkan darah
sebanyak-banyaknya. Dengan harapan, bisa juga akan semakin banyak
dikeluarkan bersama darah tadi.
3. Buatlah luka di bagian atas bekas luka
Sedapat mungkin untuk menyucihamakan sebuah pisau atau apapun yang dapat
dipakai membuat luka, misalnya dengan cara membakarnya dalam nyala api.
Buatlah beberapa luka goresan pada bagian atas luka bekas gigitan ular
tadi, untuk mengeluarkan darah yang mengandung bisa ular tadi. Dalamnya
luka yang kita buat, sedapat mungkin untuk mengakibatkan darah dapat
menetes keluar dengan lancar.
4. Hisaplah darah yang mengandung bisa tadi
Jika memiliki alat penghisap, kita bisa menghisap darah dari luka tadi
dengan menggunakan alat penghisap. Jika tidak ada, maka kita bisa
menghisapnya dengan menggunakan mulut kita. Menghisap bisa ular ini
tidaklah berbahaya bagi si penolong [ orang yang menghisap ], meskipun
darah yang mengandung bisa ular tadi sempat tertelan olehnya.
5. Berikan teh keras atau kopi keras
Jika kondisi korban menjadi bertambah lemah, berikanlah korban teh keras
atau kopi yang keras untuk ia minum. Perhatikan untuk tidak
memberikannya alkohol, karena akan mempercepat penyebaran bisa didalam
darah korban.
6. Percepat pertolongan dari tenaga medis
Kesemua tips diatas tadi adalah untuk pertolongan pertama sebelum korban
mendapatkan penanganan dari tenaga medis. Jika memungkinkan, buatlah
pertolongan pertama diatas tadi, selama dalam perjalanan menuju ke
tempat tenaga medis terdekat yang bisa dicapai. Hal diatas tadi hanyalah
memperkecil resiko kematian akibat bisa ular tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar